Surat Oh..... Surat
(Surat Rujukan)
Difo
Pena dan tinta saling beradu pantat di meja coklat dokter D. Hari itu memang sibuk bukan kepalang. Namun sebenarnya itu tak mengapa bagi dokter D. Yang membuatnya kepalang adalah how to make a replay of a latter love that she got this afternoon from her lovely one. Akhirnya dokter D melabuhkan jemarinya pada pena tinta di samping lengannya. Diukirlah setiap kata demi kata dengan begitu hati-hatinya hingga membentuk suatu kalimat yang sajaktis, karena puitis sudah biasa. Setelah secarik kertas itu penuh dengan goresan tinta cinta sang dokter, kemudian hendak memasukkannya dalam selembar envelope. Bola matany melirik ke kanan, kekiri, tak jarang ke bawah ataupun keatas setiap selip kertas dan sudut-sudut laci. Namun apa day yang ditemukan hanyalah segepok envelope pasien. Setelah merekatkan kedua bibir envelope tersebut. Sang dokter bermaksud memberikannya pada orang yang di tuju. Namun ternyata saat surat itu sampai pada orang yang dimaksud. Terkejutlah bola matanya yang bulat sebulat lampu bolam 10 watt. Isinya :
Kepada
Yth Ts. Dr. Tita
Spesialis Obstetric dan Ginekologi
Jln Sriwijaya
Semarang
Dh,
Mohon konsul dan pengobatan selanjutnya penderita Ny Sukmasari, 27 tahun, Kehamilan premature dengan hypertensi, Hasil pemeriksaan USG dan tensi terlampir.
Penderita sementara belum kami beri terapi.
Atas kesediaan Ts, kami mengucapkan terima kasih.
Wassalam,
(Dr. Di)
Jln. Pemuda
Semarang
Ternyata, oh ternyata surat dokter itu tertukar dengan setumpuk surat rujukan di atas mejanya. sedangkan surat cinta itu tertiup kipas angin dan terbang ke lorong gelap kolong lemai obat di suut tepat praktek. Yang ditemukan 6 bulan kemudian. ^^v
0 comments:
Post a Comment