Gara-gara Kubah Lonceng Vihara

Friday, 25 January 2013

Gara-gara Kubah Lonceng Vihara


"Wihh. mana nih sensei A, katanya janjian di atap kok belum dateng". udah berjamur D menunggu C di skype. D dengan setianya menunggu C muncul di skype, namun entah kenapa C tak kunjung muncul. Sekelebat dibalik kubah lonceng terlihat dari jauh sesosok orang yang sedang mokso (meditasi), "ah mungkin anak baru", pikirnya. D pun tetap menunggu C di skype dan asik bermain dengan laptopnya. 
Setelah 15 menit lamanya, akhirnya sesosok itupun selesai melakukan mokso.
Ketika sesosok itu membalikkan badannya. Degup jantung D berkejaran, aliran darah terasa panas, ada perasaan membuncah dalam hatinya yang tak bisa secara gamblang diungkapkan. D pun masih belum bisa mempercayai apa yang dia lihat. Dia masih terpaku. Lambat laun sosok itu pun mendekat. C dengan kesadaran penuh menghampiri D yang masih samar-samar.
D tertegun dengan apa yang dilihatnya, ia masih tak percaya. itu C, katanya benar kah C ? 
D masih meyakinkan dirinya. 
Betapa bahagianya D setelah berjamur sampai muncul crispynya, tak sia-sia jua D menunggu. walau sihal baget si sensei A malah mangkir dari tugas ini ke itu. tapi toh tak apa. Rasa kangen pada C luntur seketika bak Batik baru murahan yang gampang luntur. aduh bunga-bunganya gak bisa ditahan lagi. Entahlah mau bunga mawar, lily, dahlia, dandelion, crisan, sampai kembang tujuh rupa banyak mendominasi hati dan sekitar D-C. So sweet.... acara berlanjut dengan datengnya sensei A diujung tanduk pertemuan. "Hallo....." sapa khas sensei A yang tak lupa dengan senyuman dan lambaian tangannya. 
Bersama segelintir orang dari dojo mahavira, mereka bercakap, bercanda, bernostalgia. Namun, karena terbatasnya waktu secara gerbang mau ditutup, berasa anak sekolah aja, mereka pun memutuskan untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Tetapi sepertinya D dan C masih memiliki cerita romantis tak terucap setelah ini.

Love,

Dian & Tita

0 comments:

Post a Comment